Profil Zagy Berian Lulusan ITB Kelahiran Karawang yang Kini Jadi Penasihat Muda Sekjen PBB
Media Pematangsiantar Profil Zagy Berian kini semakin diperhitungkan di pentas internasional setelah terpilih menjadi Penasihat Muda untuk Sekretaris Jenderal PBB pada usia yang relatif muda, yaitu 31 tahun. Zagy, yang lahir di Karawang, Jawa Barat, telah menempuh perjalanan karier yang luar biasa. Dari seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga berhasil menembus salah satu posisi penting di organisasi internasional paling bergengsi di dunia, Zagy kini menjadi salah satu contoh inspiratif bagi generasi muda Indonesia.
Latar Belakang Zagy Berian: Dari Karawang ke Dunia
Zagy Berian lahir pada 18 Februari 1994 di Karawang, sebuah kota yang terkenal dengan sektor industri di Jawa Barat. Sejak kecil, Zagy dikenal sebagai anak yang cerdas dan selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pendidikan dasar dan menengahnya diselesaikan di Karawang, dan dia menunjukkan bakat luar biasa di bidang sains dan teknologi sejak di bangku sekolah.
Pada usia 18 tahun, Zagy memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu universitas terbaik di Indonesia. Di ITB, Zagy mengambil jurusan Teknik Informatika, di mana dia tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi, tetapi juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa. Meskipun pada awalnya dia tertarik pada teknologi, Zagy memiliki minat besar terhadap isu-isu global, terutama dalam bidang politik internasional dan pembangunan berkelanjutan.
Meniti Karier di Dunia Internasional
Alih-alih, dia memilih untuk melangkah ke dunia diplomasi dan hubungan internasional. Dengan bekal pengetahuan di bidang teknologi, serta keinginannya untuk membawa perubahan positif, Zagy bergabung dengan berbagai organisasi internasional, termasuk United Nations Development Programme (UNDP) dan International Labour Organization (ILO).
Dia melihat potensi besar teknologi untuk membantu mencapainya, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi, kesetaraan gender, dan perubahan iklim.
Menjadi Penasihat Muda Sekjen PBB
Keberhasilan Zagy dalam berbagai proyek internasional tak luput dari perhatian Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres. Guterres, yang mengagumi dedikasi dan keahlian Zagy dalam memanfaatkan teknologi untuk pembangunan sosial, akhirnya menunjuknya sebagai Penasihat Muda di PBB pada tahun 2025. Dalam posisi ini, Zagy akan bertugas memberikan masukan strategis mengenai penerapan teknologi dalam kebijakan internasional, terutama dalam hal penanggulangan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, dan inovasi berkelanjutan.
“Tugas ini adalah tantangan besar, tetapi saya merasa sangat terhormat untuk diberi kesempatan ini. Saya berkomitmen untuk membawa perspektif muda dan inovatif dalam merumuskan kebijakan PBB yang dapat memberi dampak nyata bagi dunia,” ujar Zagy dalam pernyataannya setelah pengangkatannya.
Baca Juga:Kadin Sumut Dukung Program Ekonomi Nasional Presiden Prabowo
Keahlian Zagy dalam Teknologi dan Diplomasi
Dengan latar belakang sebagai lulusan teknik informatika, dia memiliki keahlian dalam analisis data, kecerdasan buatan (AI), dan blockchain, yang saat ini menjadi bidang-bidang terdepan dalam solusi pembangunan global. Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah memimpin beberapa proyek yang menggunakan data besar (big data) dan teknologi digital untuk mendukung penanggulangan krisis iklim dan pembangunan ekonomi di negara berkembang.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses teknologi di daerah-daerah terbelakang, membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih baik mengenai peluang ekonomi, serta menciptakan jaringan pertukaran pengetahuan antara negara-negara berkembang dan negara maju.
“Zagy memiliki pandangan yang sangat luas tentang bagaimana teknologi dapat mendorong kemajuan sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Keterampilannya dalam menavigasi tantangan global dengan memanfaatkan teknologi akan menjadi aset berharga bagi PBB,” kata Maria Ramos, Direktur Eksekutif UNDP.
Membangun Jembatan antara Generasi Muda dan Kebijakan Global
Dia percaya bahwa generasi muda harus memiliki peran aktif dalam membentuk masa depan dunia. Sebagai penasihat muda Sekjen PBB, Zagy bertugas untuk memperkuat suara para pemuda di berbagai forum internasional.
Penghargaan dan Prestasi
Penghargaan-penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kontribusinya yang luar biasa di bidang teknologi dan diplomasi internasional.
Menjaga Koneksi dengan Indonesia
Meskipun kini aktif di PBB, Zagy tidak melupakan akar dan tanah kelahirannya di Karawang, Indonesia. Dia sering kembali ke tanah air untuk memberikan kuliah umum, pelatihan kepemimpinan, dan berbagi pengalaman kepada generasi muda Indonesia. Zagy sangat berharap untuk menginspirasi lebih banyak pemuda Indonesia untuk terlibat dalam dunia diplomasi dan teknologi global.
Profil Zagy Berian tentang Masa Depan Dunia
Dia percaya bahwa inovasi dan kolaborasi lintas negara akan menjadi kunci untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Saya sangat optimis bahwa kita akan mampu menghadapi tantangan global melalui kerja sama yang erat antar negara. Teknologi dan diplomasi harus berjalan beriringan untuk memastikan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh umat manusia,” ujar Zagy.
