Pesawat Latih TNI AL Tergelincir di Runway Bandara Juanda, Bandara Ditutup Sementara
Media Pematangsiantar – Pesawat Latih TNI AL Sebuah insiden kecelakaan kecil terjadi di Bandara Juanda pada Rabu pagi (26/1), ketika sebuah pesawat latih TNI AL tergelincir di runway saat hendak melakukan penerbangan. Akibat insiden ini, Bandara Juanda terpaksa ditutup sementara untuk memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan.
Pesawat latih jenis Super Tucano yang terdaftar dalam armada TNI Angkatan Laut mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Para awak pesawat berhasil keluar dengan selamat setelah insiden tersebut, namun kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan dan mengganggu operasional bandara.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula ketika pesawat latih TNI AL yang sedang melakukan latihan terbang di Bandara Juanda mengalami masalah teknis dan tergelincir di ujung runway. Pesawat tersebut diketahui sedang dalam sesi pelatihan rutin yang diikuti oleh pilot junior yang sedang mengasah kemampuan mereka dalam navigasi dan kontrol pesawat.
Sumber di lapangan menjelaskan bahwa kerusakan teknis yang terjadi pada pesawat menyebabkan ketidakstabilan dalam pengendalian, sehingga pesawat keluar dari jalur landasan pacu. Beruntung, meskipun pesawat mengalami kerusakan pada bagian roda dan sayap, para awak pesawat berhasil keluar dengan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Pesawat tersebut sedang dalam pelatihan dan mengalami gangguan teknis pada bagian pendaratan. Tim kami segera mengamankan pesawat dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat,” ujar Kolonel Laut (P) Iwan Setiawan, Kepala Penerangan TNI AL.
Bandara Juanda Ditutup Sementara
Insiden tergelincirnya pesawat latih ini mengakibatkan penutupan sementara Bandara Juanda untuk memberikan ruang bagi tim penyelamat dan petugas bandara untuk mengangkat pesawat yang terperosok dari runway. Penutupan tersebut berlangsung sekitar dua jam, yang mempengaruhi sejumlah penerbangan komersial.
Pihak Angkasa Pura I, yang mengelola Bandara Juanda, segera menginformasikan kepada penumpang tentang penundaan penerbangan dan memberikan arahan untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan. Beberapa penerbangan domestik dan internasional mengalami pengalihan jadwal, sementara sejumlah penerbangan lain memilih untuk mendarat di bandara terdekat.
“Meski operasional bandara sempat terhenti sementara, kami memastikan seluruh penumpang mendapat informasi yang jelas dan bisa dilayani dengan baik,” kata Dian Rachmadi, Humas Angkasa Pura I.
Baca Juga: Pramono Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Usai Mandek sejak 2017
Evakuasi Pesawat Latih TNI AL
Proses evakuasi pesawat TNI AL yang tergelincir membutuhkan koordinasi intens antara pihak TNI AL, Angkasa Pura I, dan pihak kepolisian untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan tidak mengganggu keselamatan pengguna bandara. Tim penyelamat menggunakan alat berat untuk menarik pesawat kembali ke area yang aman, sementara tim teknis melakukan pemeriksaan terhadap pesawat untuk memastikan tidak ada kerusakan struktural yang lebih parah.
Proses pengangkatan pesawat selesai pada pukul 10.30 WIB, dan Bandara Juanda kembali beroperasi normal setelah lebih dari dua jam ditutup sementara. Meskipun sejumlah penerbangan sempat tertunda, situasi di bandara secara keseluruhan tetap terkendali dan tidak terjadi kerusuhan.
Pesawat Latih TNI AL Respons dari Pihak TNI AL
TNI Angkatan Laut melalui juru bicara mereka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara bandara dan penundaan penerbangan. Mereka juga memastikan bahwa insiden ini tidak berdampak pada latihan operasional TNI AL yang lainnya.
“Ini adalah insiden yang sangat disayangkan, namun kami pastikan bahwa kami akan terus melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya masalah teknis pada pesawat,” ujar Kolonel Iwan Setiawan. “Kami juga akan memperbaiki prosedur pelatihan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.”
Sementara itu, pemerintah daerah Surabaya juga memberikan dukungan penuh kepada pihak TNI AL dan Angkasa Pura I dalam penanganan insiden ini. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa langkah-langkah penanggulangan bencana dan pemulihan operasional bandara akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Penyelidikan dan Peningkatan Keamanan
Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. Meskipun tidak ada korban jiwa, pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga dikabarkan akan ikut serta dalam proses investigasi untuk memastikan bahwa prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan telah dilaksanakan dengan benar.
“Kami akan mendalami lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada kelalaian teknis atau prosedural yang menyebabkan pesawat tergelincir. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di Indonesia,” ujar Dewi Kurniawati, Ketua KNKT.
Selain itu, pihak TNI AL juga berjanji untuk memperbaiki dan memodernisasi sistem pelatihan penerbang mereka agar bisa lebih siap menghadapi tantangan yang ada. Peningkatan teknologi pesawat dan prosedur pengawasan selama latihan dinilai sangat penting untuk memastikan tidak terjadinya insiden serupa di masa depan.
Dampak terhadap Penerbangan dan Keamanan Bandara
Meskipun insiden ini menyebabkan penundaan operasional bandara, Bandara Juanda kembali berfungsi dengan lancar setelah penutupan sementara. Pihak Angkasa Pura I menyatakan bahwa keamanan bandara tetap terjaga dengan ketat, dan proses penanggulangan insiden berjalan cepat tanpa mengganggu keseluruhan sistem operasional.












