Ibunda Vadel Badjideh Kamar Sidang Tercemar Air Mata: Ibunda Vadel Syok Berat Saat Vonis 9 Tahun Dijatuhkan
Media Pematangsiantar – Ibunda Vadel Badjideh suasana di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan begitu haru ketika majelis hakim membacakan vonis terhadap Vadel Badjideh dalam perkara persetubuhan dan aborsi terhadap anak LM (anak Nikita Mirzani). Hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dijatuhkan kepada terdakwa.
Di antara kerumunan keluarga, sosok Titin Badjideh, ibunda Vadel, terlihat remuk oleh keputusan itu. Menurut pengakuan sang kakak, Martin, ibunya mengalami syok berat, lemas, dan sempat tak mampu berdiri usai mendengar vonis. Ia bahkan pingsan di ruang sidang dan harus dibopong ke luar oleh Martin dan adik lainnya, Bintang.
Martin mengungkapkan, kondisi sang ibu sangat terdampak secara emosional
Ia menambahkan bahwa dia sendiri merasakan getaran emosional melihat sang adik divonis sangat berat. Namun di balik semua itu, Vadel justru mencoba memberi kekuatan kepada keluarga
Ibunda Vadel Badjideh Vonis & Tuduhan yang Membayangi
Majelis hakim menyatakan bahwa Vadel terbukti menyalahgunakan tipu muslihat dan kebohongan dalam melakukan persetubuhan terhadap korban. Ia juga dinyatakan bersalah pada pasal aborsi atas tindakan terhadap korban.
Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Kejaksaan Penuntut Umum (JPU), namun tetap karena dianggap menyalahi unsur pidana yang dimuat dalam Undang‑Undang Perlindungan Anak dan KUHP. Kuasa hukum Vadel menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Cedera Jelang Duel Lawan Arab Saudi, Maarten Paes dan Ole Romeny Diharapkan Main
Kekuatan di Tengah Kesedihan: Harapan akan Terungkapnya Kebenaran
Momen vonis tersebut tidak menjungkirbalikkan harapan keluarga. Meskipun ibunda pingsan dan suasana sidang penuh ketegangan, kata-kata Vadel di tengah suasana itu mencuri perhatian: bahwa kebenaran akan terungkap pada waktunya.
Pernyataan itu kemudian menjadi pegangan keluarga untuk tetap bertahan. Meski rasa sakit dan luka emosional sangat nyata, mereka memilih untuk tidak hanya larut dalam duka—tetapi juga berharap bahwa proses hukum ke depan (banding) akan menjadi medan untuk mengurai fakta yang mereka yakini belum sepenuhnya terungkap.
Catatan Tambahan & Isu yang Menggelayut
Kondisi kesehatan ibu
Bukan kali ini saja ibunda Vadel mengalami dampak kesehatan setelah kasus anaknya menjadi sorotan publik. Sebelumnya, ketika Vadel resmi ditahan atas kasus asusila, sang ibu dilaporkan jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan.
Respons keluarga & adaptasi mental
Martin dan Bintang, sebagai saudara, tampak berperan aktif merawat emosional ibunda dan menjaga ikatan keluarga agar tetap kuat meski diterpa cobaan besar.
Pertarungan hukum ke depan
Vonis dijatuhkan di tingkat pertama. Banding menjadi peluang bagi kubu pembela untuk mengajukan bukti baru, argumen hukum, atau mengekspos aspek-aspek yang mungkin kurang diusut selama persidangan.
Sorotan publik & opini media
Kasus ini sudah menjadi magnet publik. Setiap tindakan keluarga, pernyataan pengacara, atau respons media akan terus dikaji dan dikontroversi.












