Bentrokan TNI Vs Brimob Pecah Usai Laga Sepak Bola di Buton Selatan: Kerusuhan Tewaskan Beberapa Orang
Media Pematangsiantar – Bentrokan TNI Vs Brimob Kejadian tak terduga terjadi di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 5 Januari 2026, setelah laga sepak bola persahabatan antara anggota TNI dan Brimob yang digelar di lapangan sepak bola setempat berujung kerusuhan. Bentrokan antara kedua kelompok ini memuncak dan menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut, dengan beberapa laporan menyebutkan adanya korban jiwa di antara kedua belah pihak.
Pertandingan sepak bola yang awalnya dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara institusi militer dan kepolisian ini justru berakhir dengan kekerasan yang melibatkan anggota TNI dan Brimob. Insiden ini terjadi setelah pertandingan berakhir, ketika tensi antara kedua kelompok meningkat. Meski pertandingan berlangsung secara sportif, ketegangan yang sudah terbangun sejak lama antar kedua institusi ini akhirnya memicu bentrokan fisik yang tidak terkontrol.
Awal Mula Bentrokan
Menurut saksi mata, setelah pertandingan berakhir, beberapa anggota dari kedua tim mulai terlibat perdebatan sengit. Meskipun semula hanya berupa saling sindir, suasana yang tegang dengan cepat berubah menjadi pertikaian fisik. Beberapa anggota Brimob dilaporkan menantang anggota TNI, yang menyebabkan beberapa perkelahian kecil di area lapangan. Sayangnya, perkelahian ini dengan cepat meluas ke jalan raya dan melibatkan lebih banyak personel dari kedua belah pihak.
Penyebab pasti dari kerusuhan ini masih dalam penyelidikan, namun sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa permasalahan internal yang sudah lama ada antara TNI dan Brimob di daerah tersebut turut memperburuk keadaan. Selain itu, kondisi fisik yang lelah setelah pertandingan juga dinilai meningkatkan emosi dan memperburuk ketegangan.
Bentrokan yang Meluas
Bentrokan ini cepat meluas di sekitar area lapangan, dan segera melibatkan lebih banyak personel dari kedua belah pihak. Menurut laporan dari pihak kepolisian, para anggota TNI dan Brimob mulai melemparkan batu dan benda keras, yang kemudian disusul dengan penggunaan senjata api oleh beberapa orang yang tidak terkendali. Polisi yang berada di lokasi berusaha memisahkan kedua kelompok yang bertikai, namun situasi menjadi semakin sulit dikendalikan.
Beberapa kendaraan militer dan mobil operasional Brimob dilaporkan rusak akibat lemparan batu dan benda keras lainnya. Selain itu, sejumlah orang yang terlibat dalam bentrokan dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan TNI masih melakukan evakuasi dan pendataan korban.
Korban Jiwa dan Cedera
Kepala Kepolisian Buton Selatan, AKBP Hendra Pratama, mengonfirmasi bahwa beberapa korban tewas ditemukan di lokasi bentrokan, meskipun identitas mereka masih dalam tahap verifikasi. Selain itu, puluhan orang lainnya dilaporkan terluka, baik dari pihak TNI maupun Brimob, dengan beberapa di antaranya mengalami cedera serius. Kondisi ini membuat rumah sakit setempat kewalahan dalam menangani korban yang datang.
“Kami sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi korban dan mengamankan situasi di lapangan. Kami juga meminta agar kedua belah pihak menahan diri dan mempercayakan penanganan kejadian ini kepada pihak berwenang,” kata AKBP Hendra dalam konferensi pers.
Reaksi Pihak TNI dan Brimob
TNI dan Brimob mengutuk keras terjadinya bentrokan ini dan berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab pasti serta memberikan sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab. Panglima TNI, Jenderal Agus Santoso, menyampaikan bahwa insiden ini sangat disayangkan, terutama karena pertandingan tersebut awalnya bertujuan untuk mempererat hubungan antar instansi.
“Sangat disayangkan bahwa insiden yang seharusnya menjadi ajang persahabatan malah berakhir dengan kerusuhan. Kami akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” ujar Jenderal Agus Santoso.
Sementara itu, Kepala Korps Brimob Polri, Irjen. Anwar Syarif, juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan kepolisian untuk mengusut tuntas apa yang terjadi. Kami tidak akan mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun di tubuh Brimob,” katanya.
Penyelidikan dan Pengamanan Diperketat
Penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI untuk mengidentifikasi oknum-oknum yang terlibat dalam kerusuhan ini. Selain itu, pengamanan di sekitar wilayah Buton Selatan juga diperketat untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini.
Para pengamat juga menilai bahwa insiden ini menunjukkan adanya ketegangan yang belum terselesaikan di antara beberapa anggota TNI dan Brimob yang seharusnya bekerja sama untuk menjaga keamanan. Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kedua institusi untuk lebih memperhatikan hubungan internal dan menekan perpecahan yang dapat merugikan citra mereka di mata publik.












